Sepi karena ayat-ayat yang sedang aku baca hanya bisa dibicarakan dengan orang yang juga sedang membacanya. Bicara tentang qalam Allah itu tidak bisa sembarangan, harus dibahasakan dengan diksi yang indah, dan aku belum tentu sanggup.
Aku ingat ketika seorang teman mengatakan, 'kamu terlalu baik,' kemudian sekelilingku mulai bicara tentang bagaimana kita harus membuat boundaries dalam kebaikan kita.
Namun nasihat itu membuat aku lupa bahwa Allah tidak melihat bagaimana orang lain memperlakukan kita, dan kebaikan-kebaikan itu hanya karena Allah telah menutupi aib-aibku. Maka kebaikan-kebaikan itu datangnya hanya dari Allah dan ketika Allah ingin mencabutnya, Allah akan mencabutnya. Dan, itu sudah pernah terjadi padaku.
Sepinya jalan ini karena aku harus berhati-hati dengan hati ini. Melihat-lihat kembali bagian mana amalku yang riya, di sebelah mana hasad diam-diam bersemayam, dari arah mana sifat munafik sudah menampakkan dirinya.
Aku berusaha sabar atas ujian sepi ini karena aku sadar, ini balasan dari dosa-dosa yang pernah aku perbuat. Atas nama berbagi, atas nama ingin didengar, padahal hanyalah nama lain dari membutuhkan validasi.
Lupa bahwa Allah Maha Kaya, Maha Mendengar, Maha Mencukupi. Bukan satu nama yang aku lupa, tapi seluruhnya. Padahal Dia tempat seharusnya aku menggantungkan semua masalah dan permintaanku.
Diamku adalah usaha sederhana meraih kembali cinta Allah. Allah itu Maha Pencemburu ketika aku kembali mencari manusia sebagai tempat bergantung. Sehingga Allah mulai mencabut itu satu per satu. Allah menunjukkan bahwa hati manusia itu berbolak-balik, dan kita tidak pernah tahu kapan, kenapa, dan bagaimana. Aku pun begitu.
Dan jalan taubat ini sepi. Kadang sepi ini berat. Tapi setiap kali aku mengingat Allah, semuanya lapang dan mudah, dan aku paham bahwa Allah Maha Baik dan mencukupi hamba-Nya.
Aku berjalan di jalan taubat dengan kembali menyandang status hamba.
Karena aku takut dengan hati yang berantakan ini, aku takut Allah mencabut kembali hidayah-Nya.
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi 'alaa diinik
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.